Senin, 13 Maret 2023

Fotografi 2

Halo sobat blogs. Ketemu lagi di blog aku dengan judul fotografi 2. Kali ini aku akan memberitahu sobat blogs tentang teknik pengambilan foto menggunakan metode Foreground, Background, Noseroom, Focus, Speed 1/60 dan Speed 1/120. Simak terus yaa!



1. Foreground

Foreground atau latar depan merupakan benda (objek) yang berada di depan objek utama (point of interest). Foreground adalah latar depan atau bagian dari tampilan paling terdekat dengan kamera. Foreground hanya berfungsi sebagai pendukung foto, oleh karena itu keberadaannya tidak boleh lebih mencolok dari objek utama.


Pada foto bunga dibawah ini yang menjadi objek utama adalah bunga dibelakang. Sedangkan bunga yang di depan adalah hanya sebagai foreground atau sebagai latar pendukung foto.


 ISO: 100    Shutter Speed: 1/200    Diafragma: f/5,6
foto diambil pada tanggal 9 Maret 2023


Pada foto berikut ini, yang menjadi objek utama adalah orang yang sedang termenung, sedangkan yang menjadi foregroundnya adalah ranting dan daun-daun didepan objek.


 ISO: 100    Shutter Speed: 1/160    Diafragma: f/6,3
foto diambil pada tanggal 9 Maret 2023


2. Background

Background adalah benda yang berada dibelakang objek utama (point' of interest). Sama halnya dengan foreground, background juga berfungsi hanya sebagai pendukung objek utama. 

Pada foto dbawah ini, yang menjadi objek utama adalah tangkai bunga yang berada didepan, sedangkan yang menjadi backgroundnya adalah tangkai bunga kedua/belakang.


 ISO: 100    Shutter Speed: 1/200    Diafragma: f/5,6
foto diambil pada tanggal 9 Maret 2023


Pada foto dbawah ini, yang menjadi objek utama adalah yang tangan orang memegang HP didepan, sedangkan yang menjadi backgroundnya adalah pepohonanan. 


 ISO: 100    Shutter Speed: 1/50    Diafragma: f/4
foto diambil pada tanggal 10 Maret 2023


3. Noseroom

Noseroom adalah ruang yang diperlukan ketika objek melihat atau menunjuk pada suatu arah tertentu.


ISO: 100     Shutter Speed: 1/160    Diafragma: f/6,3
foto diambil pada tanggal 9 Maret 2023


ISO: 100     Shutter Speed: 1/100    Diafragma: f/7,1
foto diambil pada tanggal 10 Maret 2023


4. Fokus

Fokus adalah istilah yang berkaitan dengan bagaimana seorang fotografer menempatkan sebuah objek dalam fotonya sehingga mata yang melihat langsung tertuju pada objeknya.


Pada foto dibawah ini, yang menjadi fokus adalah bunga berwarna kuning


ISO: 100    Shutter Speed: 1/125    Diafragma: f/4,5
foto diambil pada tanggal 10 Maret 2023



Foto dibawah ini yang menjadi fokus adalah lem joyko 

ISO: 100    Shutter Speed: 1/30     Diafragma: f/6,3
foto diambil pada tanggal 10 Maret 2023



5. Kecepatan (Speed)

Speed merupakan kecepatan rana ketika menangkap gambar/objek. Ketika objek yang akan dipotrer bergerak cepat, maka dibutuhkan shutter speed yang tinggi pula agar gambar tertangkap dengan baik.


ISO: 100     Shutter Speed: 1/60     Diafragma: f/6,3
foto diambil pada tanggal 9 Maret 2023



ISO: 100     Shutter Speed: 1/200     Diafragma: f/6,3
foto diambil pada tanggal 9 Maret 2023



Terima Kasih Telah Berkunjung 

Selasa, 15 Maret 2022

Hobby News

   

Berawal Dari Hobi Berakhir Menjadi Rezeki, 
 Berkebun Jadi Ladang Cuan di Masa Pandemi!!

Foto: Dok. Juliasri Azzahra/ Berkebun Jadi Ladang Cuan

Bengkulu - Hobi merupakan aktivitas yang biasa dilakukan sebagai penghilang rasa jenuh atau rasa penat. Namun, ternyata hobi dapat membawa rezeki jika dimanfaatkan dengan benar. Siapa sangka, berawal dari hobi, berkebun ternyata dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah, terutama di masa pandemi COVID-19 sekarang ini. Kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, nyatanya menghadirkan hobi baru bagi masyarakat. Berkebun atau bercocok tanam dijadikan masyarakat sebagai penghilang rasa jenuh selama di rumah saja. Sama hal nya yang di lakukan oleh Juliasri Azzahra, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu. Ia menjadikan hobi sebagai sumber mata pencaharian. Karena seperti yang kita ketahui dampak dari pandemi ini salah satunya adalah menurunnya perekonomian masyarakat.


Berkebun tidak lah semudah yang kita bayangkan, perlu adanya kesabaran dan ketekunan. Karena berkebun melatih kita untuk merawat, menjaga dan melestarikan tanaman agar alam kita menjadi lebih indah. Terutama di pekarangan rumah.


“Menurut saya, berkebun itu seperti kita merawat diri sendiri, kita makan (diberi pupuk), minum (diberi air), menjaga kesehatan (diberi vitamin tanaman) dan hal lain layaknya kita merawat diri sendiri”. Tutur Julia, Sabtu (12/3/2022)

 

Awalnya, Julia hanya berkebun karena memang hobinya. Namun, dikondisi pandemi COVID-19 sekarang ini, Julia memanfaatkan hobi dan waktu luang nya untuk hal yang lebih menguntungkan.

 

“Biasanya Saya berkebun 5 hari sekali pagi/sore hari. Namun, untuk perawatan, seperti pemberian vitamin dan pupuk biasanya dilakukan 1 minggu sekali pagi/sore hari. Saya tidak tahu pasti kapan tepatnya mulai menggemari berkebun, karena memang berkebun ini saya lakukan jika ada waktu luang saja. Saya teringat dengan kata-kata dari guru Saya, bahwa hobi yang enak adalah hobi yang dibayar, akhirnya Saya berpikir mengapa hobi ini tidak dijadikan sumber uang saja? Dari sinilah Saya mulai menjual tanaman hias”. Ujar Julia, Sabtu (12/3/2022)

 

Foto: Dok. Juliasri Azzahra/Membersihkan dan Merawat Tanaman

Kala itu, Julia mengaku hanya memiliki beberapa tanaman hias saja, seperti Aglonema Lipstick, Keladi Tengkorak, dan Chalatea. Namun, salah satu tetangga nya menginginkan tanaman tersebut. Siapa sangka, dari satu tetangga menjadi banyak pelanggan dan memiliki lebih dari 50 jenis tanaman.


Adapun harga yang ditawarkan cukup bervariasi sesuai dengan jenis tanamannya. Mulai dari Rp. 10.000,. hingga ratusan ribu rupiah. Sebagai seorang mahasiswi, semangat Julia dalam memanfaatkan hobi patut dijadikan motivasi bagi mahasiswa/i lain. Setidaknya dari hobi kita dapat menghasilkan uang saku untuk diri kita sendiri tanpa meminta lagi dengan orang tua. Meskipun kadang penjualannya tidak selalu mulus, setidaknya dari berkebun ini Julia telah mengantongi kurang lebih  Rp.1jt setiap bulannya. Manfaatkanlah hobi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat dan menguntungkan dari sekedar penghilang rasa jenuh. Ingatlah, hobi yang enak adalah hobi yang di bayar.


Nikmati Akhir Pekan Bersama Keluarga! Pulau Kumayan, Permata Tersembunyi Kota Bengkulu yang Memikat Wisatawan!

Hai sobat blogs, temani weekend aku yuk!  Kali ini aku berkunjung ke salah satu tempat wisata yang ada di kota Bengkulu, yaitu Pulau Kumayan...